Cahaya tersesat
Entah dimana
Gelap gulita…
Aku tersesat
Entah mengapa
Entah bagaimana
Itu apa?
Itu siapa?
Itu bangkai
Manusia itu membangkai
Jasadnya membara
Memerah nyala
Luka, berdarah-darah
Tubuhnya membiru
Lebam, terbujur kaku
Wajahnya menghitam
Legam, terbakar
Dia terkapar
Terus terbakar
Dia meronta
Terus mengiba
Dia merintih
Sakit… perih…
Aku kenal dia
Tapi siapa?
Masya Allah!!! … … …
Aku menangis sejadi-jadinya
Meraung keras, sekeras-kerasnya
Astaghfirullah… … …
Itu aku
Dia itu aku
Dia disiksa
Aku disiksa
Entah di barzah
Entah di neraka
Aku… entah dimana
Entah dimana
Gelap gulita…
Aku tersesat
Entah mengapa
Entah bagaimana
Itu apa?
Itu siapa?
Itu bangkai
Manusia itu membangkai
Jasadnya membara
Memerah nyala
Luka, berdarah-darah
Tubuhnya membiru
Lebam, terbujur kaku
Wajahnya menghitam
Legam, terbakar
Dia terkapar
Terus terbakar
Dia meronta
Terus mengiba
Dia merintih
Sakit… perih…
Aku kenal dia
Tapi siapa?
Masya Allah!!! … … …
Aku menangis sejadi-jadinya
Meraung keras, sekeras-kerasnya
Astaghfirullah… … …
Itu aku
Dia itu aku
Dia disiksa
Aku disiksa
Entah di barzah
Entah di neraka
Aku… entah dimana
puisine medeni,,
BalasHapusseperti puisi bercermin diri karya Abdullah Gymnastiar, cocok untuk muhasabah